Telisik Pendapat Indro Cahyono Soal Corona Tidak Mematikan

Ditulis oleh: -
Cara Sukses - Ditengah maraknya bawah corona atau covid-19 banyak spekulasi yang beredar di masyarakat terkait dampak yang ditimbulkan oleh virus ini. Sebagian besar menganggap wabah ini mematikan karena faktanya ratusan ribu jiwa sudah menjadi korban di seluruh dunia. 

Tak terkecuali di Indonesia, ratusan orang meninggal setelah dinyatakan positif terinveksi virus asal Wuhan, China ini. Untuk kasus meninggal dunia akibat corona di Lampung sendiri (saat tulisan ini dibuat) berjumlah 5 orang dari puluhan kasus positif covid-19.

Namun ada pihak yang juga ahli dibudang itu, yakni seorang Virolog, pakar cabang biologi yang mempelajari makhluk suborganisme, terutama virus bernama drh Indro Cahyono menyebut virus ini tidak mematikan. Atas dasar itu, seorang Praktisi Mikrobiologi Rahmad Agus Koto menulis beberapa kejanggalan dari pernyataan Virolog Indro Cahyono, berikut;

Indro Cahyono
Virolog Indro Cahyono
Di berbagai media pemberitaan online dan medsos, sosok (Indro Cahyono) ini banyak dijadikan sebagai narasumber mengenai CoViD-19. 

Dari sejumlah sumber informasi yang saya pelajari, saya menyimpulkan bahwa sosok ini bisa memperparah keadaan atau menjadi sumber disinformasi yang berpotensi menghambat penanganan dan pencegahan yang sedang gencar dilakukan oleh pemerintah.

Berikut ini dua pernyataanya dari sekian banyak pernyataannya yang kontroversial.


"Asumsi bahwa dia bisa bertahan di udara dan ngambang dimana-mana selama tiga jam, itu sama sekali salah."

(MNC news, 30 Maret 2020).

Benarkah sama sekali salah?


Ada satu penelitian khusus terkait hal ini, yaitu oleh sejumlah peneliti dari National Institutes of Health, USA, yang menyimpulkan bahwa virus tersebut bisa bertahan hidup di udara hingga tiga jam dalam bentuk kabut halus (aerosol) di ruangan tertutup (Van Doremalen, NJEM, 17 Maret 2020).

Ada juga sejumlah hasil penelitian sebelumnya yang mendukung hasil penelitian di atas. Ditambah dengan dukungan dari beberapa opini pakar mikrobiologi. 

"Belum ada satupun yang meninggal hanya karena Covid ya..."

(Wawancara dengan Luna Maya, YouTube 12 April 2020).

Hingga 7 April 2020 di New York Amerika, dari 3.202 yang meninggal karena CoVid-19, 12 diantaranya yang berusia antara 19-44 tahun, dilaporkan tidak memiliki kondisi medis atau penyakit penyerta (Brian Resnick/Vox)

Conrad Buchanan (39 tahun), meninggal karena CoViD-19. Istrinya mengatakan bahwa suaminya berada dalam kondisi yang sangat sehat sebelum terinfeksi virus SARS-CoV-2 (Holly Yan/CNN, 2 April 2020). 

Perhatikan tanggal dimana ia mengeluarkan pendapat dengan tanggal berita yang saya tautkan.

Selain kedua pernyataan itu, dia juga menyatakan pendapat yang sifatnya spekulasi/konspiratif, bahwa pandemi ini sengaja di-blowup oleh sejumlah pihak demi kepentingan tertentu.

Beliau mungkin berniat baik supaya masyarakat umum tidak panik. Namun, secara umum sosok ini menimbulkan kesan sepele terhadap wabah besar CoViD-19 dan memberikan sejumlah informasi yang menyesatkan.

Saya menyaksikan langsung begitu banyak warganet yang terpengaruh olehnya, yang otomatis melonggarkan tingkat kewaspadaan mereka.

Ditulis oleh Rahmad Agus Koto
Dipublikasikan, Sabtu 18 April 2020
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg

0 comments "Telisik Pendapat Indro Cahyono Soal Corona Tidak Mematikan", Baca atau Masukkan Komentar